Dajjal artinya pemfitnah, tukang fitntaah atau pendusta yang bersifat fitnah. Pada zaman dahulu kaum Yahudi pernah menunggu kedatangan Sang Mesias sesuai yang telah di nubuatkan dalam kitab Taurat yang akan memberi keselamatan serta pertolongan kepada kaum Yahudi dalam maksud akhirati. Setelah Sang Masiha datang dengan nama pemberian dari orang tuanya yaitu bernama Yesus / Nbi Isa A.S justru orang – orang Yhudi yang selama ini menunggu – nunggu serta sangat mengharapkan kedatangan Sk ang Mesias malah menolak dan tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias, bahkan orang – orang Yahudi tersebut memusuhinya serta memperlakukannya dengan sangat tidak baik. Kaum Yahudi pada waktu itu menolaknya karena antara lain ia tidak bernama mesias tapi bernama Yesus. Kaum Yahudi  pada waktu itu tidak sadar bahwa kata MESIAS berarti -juru selamat- , jadi  Mesias yang berarti juru selamat itu dapat lahir dengan nama siapa saja, dan ternyata Sang Mesias lahir demgan nama Yesus, nama pemberian dari orang tuanya. Selama ini kaum Islam lebih banyak melihat kata -dajjal- hanya dari nama orang tertentu, jarang yang melihat dari artinya. Dajjal yang artinya pendusta atau pemfitnah, dusta yang menyebabkan fitnah, penyebar fitnah kemana – mana, dapat muncul dari mana saja, termasuk dari kaum muslim sendiri. Seorang yang berprasangka buruk, dan prasangkanya itu menyebabkan fitnah bagi orang lain, karena ia menyebarkan prasangka buruknya itu kepada banyak orang, padahal prasangkanya itu salah, sehingga orang lain menjadi korban fitnahnya, maka orang yang telah menyebarkan prasangkanya itu sebenarnya termasuk -golongan dajjal-. Fitnah / dajjal dapat terjadi karena kesengajaan atau pun karena kita menyebarkan prasangka buruk kita ke banyak orang. Jika ada seseorang mudah memfitnah orang lain hanya karena dengki, maka orang yang suka memfitnah itu termasuk -golongan dajjal-. Banyak hadist tentang dajjal, antara lain dajjal akan muncul dalam beberapa puluh golongan, orang yang sering melakukan fitnah termasuk salah satu dalam golongan dajjal ini. Fitnah tentu efek negatifnya sangat besar bagi korbanya, bahkan Nabi Muhammad S.A.W mengatakan bahwa fitnah lebih kejam dari membunuh, itu artinya dosa memfitnah lebih besar dari dosa membunuh. Dajjal bersifat sering menimbulkan fitnah, fitnah juga dapat di sebarkan melalui media internet, buku bacaan, koran, majalah dan sebagainya. Pernah ada seseorang menulis sebuah buku tentang seorang pesulap yang saat itu sangat naik daun dan terkenal secara internasional, dalam buku itu ia menjelaskan bahwa pesulap itu termasuk dajjal karena bisa melakukan pertunjukan – pertunjukan ajaib, dan juga ia di kabarkan telah bekerjasama dengan iblis sehingga dapat melakukan pertunjukan yang sangat ajaib, buku ini terjual laris, dan penulisnya bangga, beberapa tahun kemudian sebuah televisi swasta menayangkan trik – trik tipuan sulap yang digunakan untuk mengelabui penonton sulap yang pernah di pertunjukan oleh pesulap yang pernah tenar itu, dari tayangan itu terbukti bahwa pesulap itu sama sekali tidak bekerjasama dengan iblis dan juga tidak memiliki hal gaib apa pun, tapi hanya menggunakan teknik dan trik khusus untuk mengelabui penontonnya, ini berarti penulis buku tersebut telah memfitnah orang lain hanya karena berprasangka buruk lewat bukunya, padahal buku ini laku hingga ribuan buah, itu sama saja fitnah yang di sebarkan melalui bukunya sangat banyak, kalau di hitung dosanya dari penulis buku tersebut, ia dosanya lebih besar dari dosa orang yang membunuh ribuan orang, karena bukunya dibaca oleh ribuan orang, berarti ia telah melakukan fitnah sebanyak ribuan kali, naudzubilah minjali. Dalam hadist lain juga menjelaskan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah dajjal / pemfitnah akan bermunculan di mana – mana, ini berarti jika di mana – mana fitnah mudah terjadi, entah karena kesengajaan atau karena prasangka buruk yang salah, berarti itu salah salah satu tanda akhir zaman. Apakah anda mudah memfitnah untuk menjatuhkan musuh – musuh anda? atau menyebarkan fitnah hanya karena berprasangka buruk yang sama sekali tidak benar? Hati – hati, agar kita tidak termasuk ke dalam -golongan dajjal-.

Iklan