Seseorang memberi komentar kepada masternya yang masih se-agama, “bahwa menurut kitab suci kita mengatakan agama itu dan ini tidaklah rela sebelum orang – orang dari agama kita berpindah ke agama mereka”.

Sang master dengan tenang menjawab. “Apakah kamu tidak memperhatikan, orang – orang dari agama kita pun sama agar semua manusia harus se-agama dengan kita. Kita pun tidak ikhlas sebelum orang yang beragama lain pindah ke agama kita.”

Muridnya terdiam sebentar, lalu egonya muncul kembali. “Tapi menurut kitab suci memang seharusnya agama kita kaffah/menyeluruh.”

“Yang kaffah/menyeluruh adalah lahir dan batin kita, seluruh jasmani dan rohani kita dalam menjalankan agama kita itu. Selama ini kita belum kaffah, yang beragama baru fisik kita saja, hanya status saja, tapi jiwa kita belum beragama. Kita cuma mengaku beragama, tapi ajaranya tidak pernah kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kaffah itu maksudnya seluruh jiwa dan raga, seluruh jasmani dan rohani, seluruh pikiran dan hati.”Jawab sang master.

Muridnya diam lagi, sesaat kemudian pikirannya membandingkan lagi. “Menurut agama tertentu seseorang bisa lahir kembali ke dunia ini, padahal di kitab suci agama kita menyebutkan bahwa orang yang sudah mati tidak akan dapat kembali ke dunia ini.”

Sang master menjelaskan. “Kamu lihat saja kenyataan, banyak kok orang yang sudah meninggal selama beberapa hari, seminggu, sebulan, bahkan setahun bisa hidup lagi alias mati suri, dan itu terjadi pada semua agama setiap kepercayaan.”

Jadi bagaimana dengan ayat yang ada di kitab suci kita itu?” sang murid bingung.

“Yang salah bukan kitab sucinya, tapi yang menerjemahkannya. Jumlah kata dari setiap bahasa dalam suku/etnis dan negara, itu jumlah kata nya berbeda – beda.

Ada suku bangsa yang jimlah suku kata nya lebih banyak, ada suku bangsa yang jumlah suku kata nya lebih sedikit.

Itulah sebabnya untuk menerjemahkan sebuah kitab suci ke dalam bahasa bangsa tertentu para penterjemah harus menggunakan kata lainnya yang di anggap menyerupai padahal artinya bisa sangat berbeda, apalagi zaman dahulu belum ada kata – kata serapan dari bahasa lain, setiap suku hanya menggunakan bahasa aslinya sendiri tanpa tercampur bahasa lain, apalagi zaman dahulu tidak ada ahli bahasa seperti zaman sekarang ini. Itulah sebabnya sering terjadi perbedaan tafsir dalam kitab suci.” Jawab sang master menjelaskan.

“Tapi kalau benar kita bisa lahir lagi, kenapa kita tidak bisa mengingat?” tegas sang murid.

“Seminggu yang lalu kamu pakai baju apa, kamu sudah lupa, sebulan yang lalu kamu berbuat apa, juga lupa,’ disuruh mengingat minggu kemarin kamu pakai baju apa, ya..kamu susah untuk mengingatnya, bahkan tidak bisa mengingat sama sekali, padahal baru kejadian seminggu yang lalu. Lihat orang yang mengalami Amnesia berat, seluruh memori ingatannya hilang semuanya, bahkan sampai ajal menjemput ia tidak mengenali jati dirinya sebelum mengalami Amnesia, padahal ia waras dan sama sekali tidak gila. Kalau umur kamu sekarang sudah di atas 30 tahun dan pernah bersekolah, coba kamu ingat – ingat seluruh kejadian waktu bersekolah di sekolah dasar SD yang memakan waktu 6 tahun. Hitung jumlah waktu yang dapat kamu ingat dari kelas 1 sampai kelas 6. Kejadian – kejadian yang dapat kamu ingat semuanya dari kelas 1 sampai kelas 6 , kalau kamu hitung seluruh volume ingatanya dengan ukuran waktu, paling kamu mengingatnya hanya sekitar 15 menit sampai 1 jam. Padahal kamu sekolah SD sampai 6 tahun. Itupun mengingatnya sangat susah, harus konsentrasi segala, yang di ingatnya pun sangat sedikit, bahkan tidak ingat sama sekali.” tutur sang master. “Ada seorang anak lahir di Indonesia dan berada di negrinya sampai usia 10 tahun, dan ia sudah lancar berbahasa Indonesia. Setelah itu ia pindah ke Inggris mengikuti orang tuanya yang bekerja di sana. Selama di inggris ia tidak pernah lagi menggunakan bahasa Indonesia, temanya orang inggris semua, keluarganya juga menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sudah berusia 70 tahun ia kembali ke Indonesia. Apa yang terjadi,….Ternyata ia sama sekali lupa bahasa indonesia, padahal sewaktu kecil ia sudah lancar berbahasa Indonesia”.

Sang murid berkomentar kembali, “Menurut kitab suci sesungguhnya seorang anak yang baru lahir dalam keadaan……, orang tua nya lah yang menyebabkan ia beragama ini dan itu.”

Sang master menjawab,: “Agama kita berarti berserah diri kepada Tuhan, ada juga yang mengartikan selamat. Selama ini kita belum berserah diri, berarti kita belum……,

Orang yang beragama dan berkepercayaan apa pun, kalau ia sudah berserah diri kepada Tuhan yang telah menciptakan seluruh semesta ini, maka ia sudah……..,(yang artinya berserah diri kepada Tuhan), Seperti doa yang pernah di ajarkan Yesus – ‘Tuhan, jadilah hanya atas kehendakMu saja, bukan atas kehendakku dan juga bukan atas kehendak kami, karena Engkaulah yang mengetahui apa yang terbaik bagi seluruh mahlukmu’-, dan juga ayat al- fatihah yang berbunyi -‘ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.’-

“Doa-doa seperti itu mencerminkan penyerahan diri secara total kepada Tuhan.”

Ketika bayi lahir, ia dalam keadaan berserah diri, setelah tumbuh dewasa ia mulai berkehendak dan berkeinginan yang kadang – kadang keinginannya bertentangan dengan kehendak Tuhan, pada saat itulah ia sudah mulai tidak berserah diri lagi kepada kehendak Tuhan.”

NIAT BAIK

Sering beberapa orang menganggap semua garis besar pengetahuan Tuhan sudah ada semua dalam kitab suci mereka. Itu sama saja menganggap Tuhan mereka bodoh karena pengetahuannya hanya sebatas dan hanya setebal kitab suci mereka.

Padahal ilmu dan pengetahuan Tuhan itu tidak ada batasnya dan tidak pernah terbatas. Mana mungkin ilmu Tuhan yang sangat banyak dan tidak ada batasnya itu cukup bila hanya di tulis dalam kitab suci mereka yang hanya setebal itu.

Al-Quran juga menyebutkan dalam salah satu ayatnya, -Bahwa jika seluruh daun di bumi ini di jadikan kertasnya, dan seluruh lautan di jadikan tinta nya, maka semua itu tidak akan pernah cukup untuk menulis ilmu Allah.-

Pengetahuan yang di berikan dalam semua kitab suci selalu di sesuaikan dengan kondisi umat penerima, karena pada dasarnya kondisi serta keadaan setiap kaum dan setiap zaman selalu berbeda. Namun isi dari semua kitab suci selalu universal dan di peruntukan bagi siapa saja dan apa saja yan mau mempelajarinya. Jadi bukan hanya untuk agama dan umat tertentu saja, tapi untuk semua mahluk yang mau mempelajarinya dan juga yang mau mengamalkannya.

Sayangnya beberapa orang mempelajari kitab suci dari agama lain niatnya sudah jelek duluan, antara lain untuk mencari kelemahan dari agama lain, agar suatu hari mereka bisa menjelek-jelekan agama lain. Bahkan di sekolah – sekolah agama tertentu mereka di ajari mempelajari kitab suci dari agama lain, namun niatnya hanya untuk menjelekan agama lain.

Seorang yang mempelajari kitab suci dari agama lain dengan niat jelek, tentu akan salah tafsir dan tidak akan mengerti.Yang lucu ada diantara mereka yang tidak pernah mempelajari kitab suci dari agama lain serta tidak pernah membacanya sama sekali, namun mereka bisa menjelekan dan menghina agama itu, ketika mereka membicarakannya pun hanya sok tahu belaka dan juga hanya menebak – nebak, padahal mereka tidak pernah mempelari kitab suci dari agama yang sedang mereka bicarakan itu.

Mempelajari kitab suci dari agama apa pun haruslah dengan niat yang baik, seperti ingin mencari pengetahuan dalam kitab itu, ketika membukanya niatnya benar – benar ingin mengetahuinya bukan berniat jelek.

Seseorang yang berniat jelek dan sudah berburuk sangka dahulu dalam mempelajari kitab suci apa pun tentu tidak akan memperoleh kesadaran murni serta pencerahan dari kitab yang di pelajari itu.

http://vm2insert.wordpress.com

Dalam sejarah peradaban di muka bumi ini. Di daerah – daerah pada suku tertentu, jika ada orang yang sangat di hormati, dan apabila orang itu meninggal, maka kaum itu akan membuat patungnya, yang dapat di buat dari batu, kayu, ataupun dari benda berharga dari emas. Tujuannya adalah untuk menghormati dan juga mengenang kebaikan orang tersebut, dan juga untuk melepas rasa rindu terhadap orang itu jika ada yang merindukannya.

Namun sayangnya, hal – hal tersebut sering berkembang menjadi ritual adat untuk menghormati benda abstrak itu secara berlebihan, bahkan berkembang menjadi ritual dari sekte / aliran agama tertentu.

Kalau kita perhatikan dan kita teliti ajaran dari tokoh – tokoh agama yang umatnya melakukan ritual penyembahan sesuatu yang abstrak, dan kita pelajari kitab sucinya, maka kita akan menemukan ajaran – ajaran tauhid yang diajarkan oleh tokoh yang di ikuti umat tersebut dan juga ajaran tauhid yang terdapat dalam kitab sucinya. Dalam kitab sucinya juga terdapat ajaran bahwa Tuhan itu Esa, dan juga ajaran bahwa Tuhan itu tidak pernah berawal dan juga tidak pernah di lahirkan, dalam ajaran mereka juga ada bahwa Tuhan tidak bisa di lihat dan juga tidak bisa di pikirkan, bahkan para tokoh yang di jadikan benda abstrak tersebut pernah mengajarkan semasa hidupnya kepada pengikutnya untuk tidak memuja sesuatu yang bersifat abstrak.

PATUNG PADA CANDI

Patung yang terdapat pada candi sebenarnya berfungsi sebagai sarana pendidikan secara visual, yaitu pendidikan meditasi atau yoga. Kalau kita perhatikan bentuk serta posisi terutama sikap pada tangan dan kaki pada patung – patung yang terdapat pada candi selalu menunjukan posisi – posisi mudra atau yoga yang berbeda dengan patung lainnya. Dengan membuat seperti itu maka akan mudah bagi generasi berikutnya untuk mempelajari pola sikap meditasi melalui patung daripada hanya menggunakan gambar. Sementara candi yang di buat berundak – undak mengartikan bahwa kesadaran manusia memiliki tingkatan – tingkatan tertentu. Patung yang dikungkung / ditutupi dengan stupa seperti yang terdapat pada candi borobudur mengisyaratkan bahwa manusia harus membatasi diri dari nafsu – nafsu duniawi agar mencapai kesempurnaan dan jiwanya menjadi bersih di hadapan Nya.

 

MENILAI

Seorang yang beragama tertentu sering beragumen tentang agama lain yang di anggap memuja sesuatu yang bersifat abstrak, padahal dia sendiri ketika bersembah sujud kepada Tuhan nya juga harus menghadap benda abstrak yang berbentuk kotak yang letaknya jauh dari negaranya. Dalam sejarah penyembahan benda abstrak, seperti batu, pohon, atau bentuk lain, para pengikutnya harus selalu menghadap benda abstrak tersebut jika mereka berdoa di mana pun mereka berada.

Lalu orang ini beragumen lagi, bahwa benda kotak tempatnya berkiblat itu, ketika ia sedang bersujud hanyalah sebagai perantara kepada Tuhan, dan ia tidak menyembah benda kotak itu. Alasan ini juga sama di berikan pada pemuja benda abstrak lainnya, mereka tidak menyembah benda itu, seperti batu, pohon, dsb, mereka juga beralasan hanya menggunakan benda – benda itu hanya sebagai perantara kepada Tuhan nya, ada orang yang ketika berdoa menghadap langit, matahari, bintang, atau benda alam lainnya, karena mereka mengetahui bahwa benda – benda alam tersebut adalah ciptaan Tuhan, sehingga ketika mereka berdoa selalu berkiblat pada hal – hal tersebut agar doa mereka sampai pada Tuhan. Hal ini adalah sama alasannya dengan orang yang berkiblat pada benda kotak tersebut .

Pada zaman dahulu kalau ada batu jatuh dari langit (meteor), maka batu ini akan di anggap benda yang turun dari surga, sehingga bebanyak orang yang akan memujanya dan berusaha untuk memegang bahkan untuk menciumnya agar mendapat berkah. Hal ini juga di lakukan oleh orang yang berkiblat pada benda kotak ini ketika ia menjalankan rukun agamanya yang terakhir itu termasuk pada ibadah U, agar ia dapat mencium atau memegang batu hitam berbentuk bulat yang di anggap benda dari surga, yang di taruh di sisi benda kotak tersebut.

Orang ini juga berputar mengelilingi benda kotak ini ketika menjalankan rukun agama nya, hal ini juga sama persis orang yang memutari api, patung, batu, pohon, atau benda abstrak lainnya untuk ritual keagamaannya. Maksudnya adalah untuk mengikuti pergerakan planet – planet dan benda langit lainnya yang selalu berputar.

Sama apabila ada orang yang menyembah pohon tertentu, yang misal pohon itu terletak di Surabaya, dan orang yang berkiblat pada pohon itu berada di Jakarta, maka ketika orang itu berdoa harus menghadap kearah pohon itu, yaitu arah timur, karena Surabaya terletak di arah timur dari Jakarta.

Alasan dan ritual orang yang berkiblat pada benda kotak dan juga orang yang di anggap memuja benda abstrak itu sebenarnya hampir sama.

Orang mensakralkan benda kotak yang di jadikan kiblat tersebut, begitu pula orang yang mensakralkan benda abstrak lain, alasannya juga sama yaitu untuk menghubungkan diri mereka dengan Tuhan melalui perantaraan benda – benda abstrak tersebut, sehingga ketika mereka beribadah harus menghadap benda abstrak tersebut yang sangat mereka yakini.

Kita tidak perlu mempermasalahkan sesuatu yang bersifat semu tersebut, karena ajaran utama dari berbagai agama adalah untuk membersihkan jiwa dari sifat – sifat yang tidak layak, hampir semua agama, termasuk golongan umat yang ritual ibadahnya di anggap memuja sesuatu yang abstrak, kalau kita memperhatikan kitab sucinya, selalu ada ajaran untuk mengesakan Tuhan, dan juga ajaran bahwa tidak ada satu mahluk pun yang dapat memikirkan tentang Tuhan.

Arjuna pernah bertanya pada Krishna mengenai masalah ini :

“Ada orang yang melakukan persembahan kepada sesuatu yang abstrak, dan juga ada yang melakukan persembahan kepada Dia (Tuhan yang tidak dapat di jangkau oleh pikiran), mana yang lebih baik ?” tanya arjuna kepada Krishna.

Krishna menjawab : “Orang yang yakin dan melakukan persembahan ke Dia, itulah yang unggul, namun orang yang melakukan persembahan pada yang abstrak serta melakukan amal perbuatan yang baik, pada akhirnya ia pun akan mencapai kesempurnaan”.

“Seorang yang melakukan amal kebajikan untuk mengharapkan kenikmatan – kenikmatan surga, maka ia akan dapat sampai ke surga, namun apabila pahalanya telah habis, maka ia akan lahir kembali ke dunia ini”.

“Sedangkan ia yang hanya mengalihkan kesadarannya pada Tuhan, akan kembali pada Nya, dan tidak akan kembali ke dunia fana ini”. (bhagavad gita)

 

IA YANG TIDAK TERJELASKAN

Dalam Islam ada istilah tauhid yang maksudnya ajaran untuk mengesakan Tuhan, ajaran yang menjelaskan bahwa seluruh alam semesta ini di ciptakan oleh Nya, dan Ia menentukan segala sesuatu yang ada di alam ini melalui ketetapan – ketetapannya seperti hukum alam yang sudah ada. Dalam ajaran ini diwajibkan pula agar kita mengabdikan diri hanya kepada Nya dan menyembahnya dengan sepenuh jiwa dan raga kita. Dalam kitab suci agama – agama yang lain juga ditemukan ajaran yang sama, namun dengan istilah dan nama yang berbeda.

Tuhan tidak dapat dipikirkan, selama kita masih dapat memikirkannya atau membayangkannya berarti itu bukan Tuhan, tetapi hanya pikiran kita sendiri. Dalam beberapa kitab suci juga menjelaskan tentang hal ini, yakni mahluknya tidak akan sanggup untuk memikirkan keberadaannya, dan juga tidak ada satu mahlukpun yang dapat memikirkannya.

Ungkapan dan segala macam istilah yang diberikan kepadaNya hanyalah hanyalah untuk berusaha mengungkapkan keberadaannya yang tidak pernah dapat bisa di ungkapkan. Ia dapat diberi nama apa saja dan ungkapan apa saja oleh mahluknya, namun ia yang memberi nama dan berbagai istilah kepada Nya untuk menjelaskan keekstensiannya tetap tidak pernah dapat mengungkapkannya. Seluruh nama dan istilah untuk mengungkapkanNya hanya berasal dari pikiran mahluknya. Istilah dan nama serta berbagai ungkapan yang terdapat dalam kitab – kitab suci hanyalah untuk menjelaskan keberadaanNya yang tidak pernah terjelaskan.

Para orang suci, bahkan para malaikat dan para dewa pun tidak ada yang mengetahui Nya (bhagavad gita).

Ia tidak beranak dan tidak pula di peranakan (al quran)

Dialah yang esa, yang tidak dilahirkan dan Ia tidak pernah berawal (bhagavad gita)

Seluruh alam semesta ini berada di dalam Nya (bhagavad gita)

Allah Maha Akbar (alquran) -Akbar dapat di artikan besar, namun maksud akbar di sini adalah yang melingkupi / mencakup segalanya -.

 

 

Artikel ini juga saya tulis pada :

http://www.kompasiana.com/vm2insert

http://vm2insert.wordpress.com

RAMALAN DAN INDERA KEENAM :

http://vm2insert6.wordpress.com

UMUM :

http://vazamurfi-ensklopedia.blogspot.com

http://islamkaffah-zhaimar.blogspot.com

dan lain – lain.

Menurut salah satu hadist Rasul, jika kita menyambung tali silaturohim yang sudah lama terputus, maka kita akan di mudahkan jalan rezekinya. Dalam hadist yang lainnya di jelaskan barangsiapa di dunia pernah memutuskan tali silaturohim dengan orang lain, maka ketika kita akan masuk pintu surga, akan ada malaikat yang menghalangi kita untuk dapat masuk ke dalam surga.

Saya sering memperhatikan para usia remaja, jika mereka membenci seseorang, entah karena ia musuhnya, atau karena hal lain. Kadang orang tersebut mengintimidasi teman-temannya dan juga orang lain, agar mereka menjauhi dan tidak boleh berteman dengan orang yang di bencinya itu. Itu sama saja sudah memutuskan tali silaturahmi orang lain.

Kalau kita melarang teman atau anak atau family agar tidak bergaul dengan orang lain, karena orang itu memiliki kebiasaan dan sifat buruk, seperti pengguna narkoba, karena kita khawatir kalau teman atau anak ikut-ikutan, atau terkena dampak buruknya, mungkin tindakan itu masih dapat dibenarkan. Tapi jika kita melarang seseorang bergaul dengan orang lain hanya karena sentimen pribadi, jelas dalam syariat islam di haramkan, bahkan kita bisa tidak jadi masuk surga walaupun kita memiliki pahala banya gara-gara masalah memutuskan tali silaturohim.

Dalam sejarah peradaban dunia, tali silaturohim banyak terputus karena masalah perbedaan agama,suku dan perbedaan etnis. Sering orang tidak mau bergaul atau berteman akrab dengan orang yang berbeda agama, secara tidak langsung sama saja sudah memutuskan tali silaturohim hanya karena perbedaan agama. Banyak karena perbedaan suku dan etnis, para orang tua tidak mau menikahkan anaknya yang kekasihnya dari suku/etnis lain, tindakan serta sifat tersebut sama saja memutuskan tali silaturohim, bahkan beberapa negara di dunia ini ada yang penduduknya tidak mau bergaul dengan orang-orang dari negara barat, bahkan mereka membencinya hanya karena perbedaan etnis, padahal tidak pernah melakukan kesalahan apalagi kejahatan terhadap mereka. Masalah warisan juga sering menyebabkan tali silaturohim antara sesama keluarga menjadi putus. Perbedaan status ekonomi juga sering menyebabkan tali silaturohmi terputus.

 

Dari abu hurairah radiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi ‘wa sallam bersabda: “Barang siapa ingin di lapangkan rizqinya dan di panjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali sillaturahmi” Riwayat Bukhari.

 

Dari Jubair ibnu muth’im radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan”. Mutafaq Alaihi.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Islam artinya berserah diri kepada Allah. Kaffah berarti menyeluruh. Islam kaffah berarti berserah diri kepada Allah secara menyeluruh baik raga maupun jiwa kita, baik lahiriah maupun bathin kita, jika seseorang sudah berserah diri kepada Sang Pencipta  alam ini berarti ia sudah Islam. Jadi Islam kaffah adalah Islam secara lahir dan bathin, baik jiwa maupun raganya sudah Islam, dan Islam sendiri adalah penyerahan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta sesuai dengan arti kata Islam itu sendiri yaitu berserah diri kepada Tuhan. Dan ini diungkapkan dalam petikan doa iftitah: Inna sholati, wanuzuki, wamahyaya, wamamati lillahi robil alamin. Yang artinya: Sesungguhnya sholat/doaku, seluruh ibadahku, seluruh hidupku, dan matiku hanya untuk Mu yaa Tuhan Pencipta Alam Semesta. Itulah ISLAM, dan kalau  seseorang sudah meresapi dan menjiwai petikan doa iftitah tersebut secara lahir dan bathin dalam kehidupannya sehari – hari, berarti ia sudah Islam secara kaffah.

TAUHID  adalah ajaran yang meng-esa-kan Tuhan, ajaran yang menjelaskan bahwa seluruh semesta alam ini di ciptakan oleh Nya, dan hanya kepada Nya lah kita wajib menyembah, dalam ajaran tauhid ini juga sering di jelaskan tentang sifat – sifat ketuhanan, sifat – sifat inilah yang akhirnya sering dipergunakan oleh umat manusia untuk menyebut keekstensianNya. Hampir semua agama yang pernah ada di bumi ini mengajarkan ajaran tauhid, dengan istilah yang berbeda – beda ataupun dengan tanpa istilah apapun.

Hampir semua kebudayaan mengenal adanya keekstensian Ia yang tak terjelaskan di balik keberadaan alam semesta ini, itu sebabnya berkembang berbagai konsep untuk menjelaskan tentangnya, dari situ berkembang pula berbagai doktrin yang hingga saat ini berkembang luas. Namun penjelasan apapun dan konsep apapun tentangnya, Ia tetap tidak terjelaskan, sebab jika masih dapat dijelaskan, dipikirkan, ataupun masih dapat dibayangkan, berarti itu hanya pikiran kita semata,  sebagaimana Al Quran menyebutkan bahwa tidak ada satu makhlukpun yang sanggup memikirkanNya, sebagaimana Bhavagad Gita mengatakan bahwa semua malaikat dan dewa serta semua orang suci tidak ada yang mengetahui tentang Nya. Yang mudah dimengeri adalah bahwa seluruh langit dan bumi, seluruh alam semesta ini adalah kerajaan Nya.

https://vm2xy4.wordpress.com

Agama berfungsi untuk membersihkan jiwa manusia dari sifat – sifat yang dianggap “negatif”, karena sebagai manusia biasa manusia memiliki ego yang kadang dapat merugikan makhluk lainnya, entah merugikan secara lahiriah ataupun dapat merugikan secara bathiniah, maka diperlukan agama untuk mengatur tatanan kehidupan manusia agar lebih manusiawi, dan agar kehidupan manusia lebih harmonis  di alam dunia ini.  Disebabkan karena hati manusia kadang tidak berkembang dengan baik bahkan ego “buruk” yang mendominasi, maka agama akan berfungsi sebagai pengingat agar manusia kembali kejalanNya, dan juga diberi tuntunan dalam ajaran agama tersebut agar kita dapat membersihkan ego “buruk” yang terdapat pada diri manusia, agar kehidupan di dunia ini diharapkan menjadi harmonis.

Beberapa orang ada yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan Tuhan sudah dituangkan seluruhnya dalam kitab suci agama yang mereka anut, hal ini juga kadang diajarkan oleh doktrin tertentu, padahal ilmu – ilmu Tuhan sangatlah banyak dan tidak ada batasnya, tidaklah mungkin ilmu – ilmu Tuhan yang sedemikian sangat banyak dan tidak ada batasnya dapat cukup dituliskan dalam sebuah kitab suci yang hanya setebal itu, walaupun cuma hanya garis besarnya saja, bahkan Al Quran mengatakan dalam salah satu ayatnya bahwa jika seluruh lautan dijadikan tintanya, dan seluruh daun di bumi ini dijadikan kertasnya, tidak akan cukup untuk menulis ilmu – ilmu Allah.

Pengetahuan yang terdapat dalam kitab – kitab suci tentu disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi kaum yang menerimanya. Tuhan tentu maha mengetahui pengetahuan dan ajaran apa yang layak diterima oleh kaum tertentu, disebabkan oleh background mereka yang selalu berbeda.

Tuhan menurunkan ayat – ayatnya yang di rangkai dalam kitab suci oleh manusia untuk siapa saja yang mau mempelajarinya dan siapa saja boleh mengamalkannya, sesuai dengan kecocokan hati masing – masing, jadi bukan untuk di monopoli oleh agama – agama atau golongan tertentu.

Agama seharusnya juga dapat membersihkan jiwa dari sifat – sifat yang dianggap “negatif” seperti benci, iri, dengki, serakah, dll, namun kenyataannya hal ini sangat sedikit terjadi, bahkan beberapa doktrin sering mengajarkan kebencian pada pihak lain, bahkan tokoh – tokoh agamanya pun masih memiliki sifat – sifat yang dianggap “buruk” dalam hatinya, ini menunjukan ada yang kurang tepat dalam pendidikan agama,  karena bagaimana pun tokoh agama adalah panutan bagi umatnya, maka sebaiknya para tokoh agama belajar untuk membersihkan hati dan jiwanya dari sifat – sifat yang dianggap “negatif” agar tidak menulari pengikutnya. Agama sangatlah sempurna, hendaknya kesempurnaannya dapat membantu kita untuk mensucikan hati dan jiwa kita, jika kita memang benar beriman.

http://vm2insert.wordpress.com

http://vm2insert.blogspot.com

Dajjal artinya pemfitnah, tukang fitntaah atau pendusta yang bersifat fitnah. Pada zaman dahulu kaum Yahudi pernah menunggu kedatangan Sang Mesias sesuai yang telah di nubuatkan dalam kitab Taurat yang akan memberi keselamatan serta pertolongan kepada kaum Yahudi dalam maksud akhirati. Setelah Sang Masiha datang dengan nama pemberian dari orang tuanya yaitu bernama Yesus / Nbi Isa A.S justru orang – orang Yhudi yang selama ini menunggu – nunggu serta sangat mengharapkan kedatangan Sk ang Mesias malah menolak dan tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias, bahkan orang – orang Yahudi tersebut memusuhinya serta memperlakukannya dengan sangat tidak baik. Kaum Yahudi pada waktu itu menolaknya karena antara lain ia tidak bernama mesias tapi bernama Yesus. Kaum Yahudi  pada waktu itu tidak sadar bahwa kata MESIAS berarti -juru selamat- , jadi  Mesias yang berarti juru selamat itu dapat lahir dengan nama siapa saja, dan ternyata Sang Mesias lahir demgan nama Yesus, nama pemberian dari orang tuanya. Selama ini kaum Islam lebih banyak melihat kata -dajjal- hanya dari nama orang tertentu, jarang yang melihat dari artinya. Dajjal yang artinya pendusta atau pemfitnah, dusta yang menyebabkan fitnah, penyebar fitnah kemana – mana, dapat muncul dari mana saja, termasuk dari kaum muslim sendiri. Seorang yang berprasangka buruk, dan prasangkanya itu menyebabkan fitnah bagi orang lain, karena ia menyebarkan prasangka buruknya itu kepada banyak orang, padahal prasangkanya itu salah, sehingga orang lain menjadi korban fitnahnya, maka orang yang telah menyebarkan prasangkanya itu sebenarnya termasuk -golongan dajjal-. Fitnah / dajjal dapat terjadi karena kesengajaan atau pun karena kita menyebarkan prasangka buruk kita ke banyak orang. Jika ada seseorang mudah memfitnah orang lain hanya karena dengki, maka orang yang suka memfitnah itu termasuk -golongan dajjal-. Banyak hadist tentang dajjal, antara lain dajjal akan muncul dalam beberapa puluh golongan, orang yang sering melakukan fitnah termasuk salah satu dalam golongan dajjal ini. Fitnah tentu efek negatifnya sangat besar bagi korbanya, bahkan Nabi Muhammad S.A.W mengatakan bahwa fitnah lebih kejam dari membunuh, itu artinya dosa memfitnah lebih besar dari dosa membunuh. Dajjal bersifat sering menimbulkan fitnah, fitnah juga dapat di sebarkan melalui media internet, buku bacaan, koran, majalah dan sebagainya. Pernah ada seseorang menulis sebuah buku tentang seorang pesulap yang saat itu sangat naik daun dan terkenal secara internasional, dalam buku itu ia menjelaskan bahwa pesulap itu termasuk dajjal karena bisa melakukan pertunjukan – pertunjukan ajaib, dan juga ia di kabarkan telah bekerjasama dengan iblis sehingga dapat melakukan pertunjukan yang sangat ajaib, buku ini terjual laris, dan penulisnya bangga, beberapa tahun kemudian sebuah televisi swasta menayangkan trik – trik tipuan sulap yang digunakan untuk mengelabui penonton sulap yang pernah di pertunjukan oleh pesulap yang pernah tenar itu, dari tayangan itu terbukti bahwa pesulap itu sama sekali tidak bekerjasama dengan iblis dan juga tidak memiliki hal gaib apa pun, tapi hanya menggunakan teknik dan trik khusus untuk mengelabui penontonnya, ini berarti penulis buku tersebut telah memfitnah orang lain hanya karena berprasangka buruk lewat bukunya, padahal buku ini laku hingga ribuan buah, itu sama saja fitnah yang di sebarkan melalui bukunya sangat banyak, kalau di hitung dosanya dari penulis buku tersebut, ia dosanya lebih besar dari dosa orang yang membunuh ribuan orang, karena bukunya dibaca oleh ribuan orang, berarti ia telah melakukan fitnah sebanyak ribuan kali, naudzubilah minjali. Dalam hadist lain juga menjelaskan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah dajjal / pemfitnah akan bermunculan di mana – mana, ini berarti jika di mana – mana fitnah mudah terjadi, entah karena kesengajaan atau karena prasangka buruk yang salah, berarti itu salah salah satu tanda akhir zaman. Apakah anda mudah memfitnah untuk menjatuhkan musuh – musuh anda? atau menyebarkan fitnah hanya karena berprasangka buruk yang sama sekali tidak benar? Hati – hati, agar kita tidak termasuk ke dalam -golongan dajjal-.

Sebagian manusia tidak hidup dalam kekinian, pikiran mereka lebih sibuk memikirkan hal – hal yang akan datang atau memikirkan sesuatu yang sudah terjadi, atau pun lebih banyak terhalusinasi oleh angan – angan serta khayalan pikiran mereka sendiri.

Pikiran selalu terdominasi oleh ego dan berbagai macam keinginan yang datang dan pergi begitu saja, dan selalu datang kembali dalam pikiran.

Banyak manusia terjebak dalam permainan pikirannya sendiri, sehingga mereka tidak dapat menyadari jati dirinya sendiri.

Mengendalikan pikiran agar hidup dalam kekinian memang membutuhkan latihan. Menyadari hidup adalah saat ini, bukan kemarin dan juga bukan besok, dan menyadarri diri kita dan keadaan kita yang sebenarnya, dapat membantu untuk memanajemen pikiran dan perasaan kita untuk berada pada saat ini.

Pikiran yang sering tidak berada pada saat ini, menyebabkan ketidak-seimbangan jiwa, kadang jiwa menjadi labil.

Membebaskan diri kita dari berbagai harapan dan keinginan juga dapat membantu pikiran kita agar hidup dalam kekinian.


http://vm2insert.blogspot.com

http://vm2insert.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.